TUJUH INDIKATOR KEBAHAGIAAN HIDUP DI DUNIA

Ibnu Abbas RA menjelaskan, ada 7 indikator kebahagiaan hidup di dunia, yaitu :

1) Qolbun Syakirun, atau hati yang selalu bersyukur, artinya selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur.

2) Al-Azwaju Shalihah, yaitu pasangan hidup yang shaleh / shalihah, pasangan hidup yang shaleh / shalihah akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sakinah.

3) Al-Auladul Abrar, yaitu anak yang shaleh / shalihah. Do’a anak yg shaleh / shalihah kepada orang tuanya dijamin dikabulkan ALLAH, berbahagialah orang tua yang memiliki anak sholeh / solehah.

4) Al-Biatu Sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita. Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang shaleh yang selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan bila kita salah.

5) Al-Malul Halal, atau harta yang halal, bukan banyaknya harta tapi halalnya harta yang dimiliki. Harta yang halal akan menjauhkan setan dari hati. Hati menjadi bersih, suci dan kokoh sehingga memberi ketenangan dalam hidup.

6) Tafakuh Fid-Dien, atau semangat untuk memahami agama, dengan belajar ilmu agama, akan semakin cinta kepada agama dan semakin tinggi cintanya kepada ALLAH dan Rasul-NYA. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.

7) Umur yang barokah, artinya umur yang semakin tua semakin shaleh, setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Semakin tua semakin rindu untuk bertemu dengan Sang Pencipta. Inilah semangat hidup orang-orang yang barokah umurnya.

Semoga bermanfaat sahabat… 🙂

#Tausiyahku

~:: KEUTAMAAN WANITA SHOLEHAH ::~

Bismillahirrahmanirrahim,

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda yang artinya “
“Sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita Sholehah. Dan, perkara yg pertamakali ditanyakan kepada seorang wanita pada hari kiamat nanti, adalah mengenai Shalat lima waktu dan ketaatannya terhadap suami.” (HR Ibnu Hibban dari Abu Hurairah).

1. Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu,Meriwayatkan, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :
“Apabila seorang wanita mengerjakan shalat lima waktu,shaum/puasa wajib sebulan,memelihara kemaluannya,serta taat kepada suaminya,maka ia pasti masuk surga dari pintu mana saja yang dikehendaki.”

2. Semua penghuni surga akan menemui Allah Subhanahu wa Ta’ala,yang tergantung kepada amalannya didunia,tetapi wanita sholehah yang memelihara dirinya dari pandangan lelaki yang bukan mahram, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala sendiri yang akan datang kepadanya.

3. Doa wanita lebih maqbul dari doa laki-laki karena sifat penyayang yang lebih kuat dari laki-laki. Ketika ditanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam akan hal tersebut, Jawab Rasulullah : “Ibu lebih penyayang dari bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”

4. Tidaklah seorang wanita yang haidh itu, kecuali haidhnya merupakan kifarah (Tebusan) untuk dosa-dosanya yang telah lalu, dan apabila pada hari pertama haidhnya membaca “Alhamdulillahi’alaa Kulli Halin Wa Astaghfirullah”. Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan dan aku mohon ampun kepada Allah dari segala dosa.”; maka Allah menetapkan dia bebas dari neraka dan dengan mudah melalui shiratul mustaqim yang aman dari siksa, bahkan Allah mengangkat derajatnya, seperti derajatnya 40 orang yang mati syahid, apabila dia selalu berdzikir kepada, Allah Subhanahu wa Ta’ala selama haidhnya.

5. Bagi Wanita yang hamil, dua rakaat shalat lebih baik dari pada 80 rakaat shalat wanita tidak hamil.

6. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama Aku (Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam) di dalam surga.

7.Seorang wanita sholehah lebih baik dari pada 70 orang wali atau lelaki shaleh.

8. Wanita yang beriman akan masuk surga lebih dahulu dari laki-laki yang beriman

9. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggung jawab, maka baginya adalah surga.

10. Dari ‘Aisyah Radhiyallahu Anha. “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.”

11. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya diibaratkan seperti orang yang senantiasa menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan orang yang takut kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

12. Wanita yang taat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu surga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

13. Wanita yang taat kepada suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama dia taat kepada suaminya dan meridhainya. (serta menjaga shalat dan puasanya)

14. Dari ‘Aisyah Radhiyallahu Anha, berkata “Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita ?Jawab Rasulullah “Suaminya”. “Siapa pula berhak terhadap laki-laki ?” Jawab Rasulullah. “Ibunya”.

15. Apabila seseorang wanita mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah Subhanahu wa Ta’ala, mencatatkan baginya setiap hari dengan seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan.

16. Seorang wanita yang mengalami sakit saat melahirkan, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala, memberi pahala kepadanya seperti pahala orang yang berjihad dijalan Allah Subhanahu wa Ta’ala

17. Apabila seorang wanita hamil hingga melahirkan,,maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan kepadanya pahala bagaikan berpuasa pada siang hari dan shalat sepanjang malam,dan mendapat pahala 70 tahun shalat dan puasa dan tiap rasa sakit dan pada satu uratnya Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan satu pahala haji.

18. Apabila seorang wanita melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

19. Wanita yang meninggal dalam masa empat puluh hari sesudah melahirkan akan dianggap syahid, dan wafat dalam khsunul khatimah

20. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya dari (ASI) akan dapat satu pahala dari tiap-tiap titik susu yang diberikannya.

21. Jika wanita memberi susu (ASI) kepada anaknya yang menangis, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberi pahala satu tahun shalat dan shaum/puasa.

22. Apabila seorang wanita tidak dapat tidur pada malam hari karena menyusui anaknya,maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengampuni dosa-dosanya dan ia akan diberi pahala 12 tahun ibadah.

23. Apabila seorang wanita yang tidak dapat tidur pada malam hari karena mengurus anaknya yang sakit atau demam,Maka Allah Subhanu wa Ta’ala, akan memberinya ganjaran kepadanya seperti memerdekakan 20 orang hamba sahaya

24. Apabila seorang wanita mencucikan pakaian suaminya, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mencatatkan baginya seribu kebaikan, dan mengampuni dua ribu kesalahannya,bahkan segala sesuatu yang disinari matahari akan memohonkan ampun untuknya, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala mengangkatkannya seribu darajat.

25. Seorang wanita yang sholehah lebih baik dari seribu orang laki-laki yang tidak shaleh, dan seorang wanita yang melayani suaminya selama seminggu, maka ditutupkan baginya tujuh pintu neraka dan dibukakan baginya delapan pintu surga, yang dia dapat masuk dari pintu mana saja tanpa dihisab.

26. Wanita yang menunggu suaminya hingga pulang, disapukan mukanya, dihamparkan duduknya, menyediakan makan minumnya, memandang ia pada suaminya, memegang tangannya, memelihara anaknya atau memanfaatkan hartanya mencari keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala , Maka tiap-tiap kalimat ucapannya,tiap-tiap langkahnya dan setiap pandangannya pada suaminya, akan memperoleh pahala sebagaimana memerdekakan seorang hamba sahaya.

27. Tidak akan putus ganjaran dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada seorang isteri yang siang dan malamnya menggembirakan suaminya.

28. Apabila seorang wanita yang melihat suaminya dengan penuh kasih sayang, dan suaminya melihat isterinya dengan kasih sayang akan di pandang Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan penuh rahmat.

29. Jika wanita melayani suaminya tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun shalat.

Semoga bermanfaat

BAGAIMANA MEMBANGUN RUMAH DI SURGA?

Mempunyai rumah indah dan nyaman adalah keinginan setiap manusia. Di dunia ini, untuk mempunyai rumah yang indah dan nyaman harus memeras keringat dahulu mencari uang, karena harganya yang mahal. Berbeda dengan membangun rumah di surga. Yang diperlukan adalah kekuatan untuk beramal shalih dan menahan hawa nafsu. Tentu rumah di surga jauh lebih indah dan nyaman, tak mungkin dapat digambarkan oleh pikiran kita.

“Surga itu bangunannya tersusun dari batako yang terbuat dari emas dan perak, adukan semennya adalah campuran misik alazfar, permata yakut dan pasirnya adalah za’faran, barangsiapa yang memasukinya akan menikmatinya dan tidak akan pernah binasa, dia akan kekal hidup tidak pernah mati, pakaian mereka tidak akan lusuh dan usia muda mereka disana tidak akan pernah menua.” (HR.Ahmad dan Tirmidzi dan Al-Abani menshahihkannya dalam shahih al-Jami no 3116)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengabarkan kepada umatnya tentang amalan-amalan yang apabila dilakukan oleh manusia, maka Allah akan membangunkan sebuah rumah untuknya di surga. Yaitu:

1. Membangun masjid walaupun hanya sedikit.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Barangsiapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya sebesar sangkar burung atau lebih kecil dari itu, Allah akan bangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR Ibnu majah dari hadits Jabir, dan dishahihkan oleh Syaikh Al AlBani).

2. Menjaga sholat dluha empat raka’at dan qobliyah dzuhur 4 raka’at.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Barangsiapa yang shalat dluha empat raka’at dan qobliyah dzuhur empat raka’at, akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR Ath Thabrani dan dihasankan oleh Syaikh Al AlBani dalam silsilah shahihah no 2346).

3. Menjaga sholat sunnah rawatib 12 raka’at.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Barangsiapa yang shalat (rawatib) sehari semalam 12 raka’at, maka Allah akan bangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR Muslim, An nasai, Abu dawud, ibnu majah dari Ummu Habibah).

Shalat 12 raka’at itu adalah dua raka’at qobliyah shubuh, empat sebelum dzuhur dan dua setelahnya, dua setelah maghrib, dan dua setelah ‘isya sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat imam At Tirmidzi.

4. Membaca surat al ikhlash sepuluh kali.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang membaca “Qulhuwallahu ahad” sepuluh kali, Allah akan bangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR Ahmad dari Mu’adz bin Anas dan dishahihkan oleh Syaikh Al AlBani dalam shahih Jami’ no 6472).

5. Membaca do’a masuk pasar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Siapa yang masuk pasar lalu mengucapkan, “Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahulmulku walahulhamdu yuhyii wayumiitu wahuwa hayyun laa yamuutu biyadihil khoir wahuwa ‘alaa kulli syain qodiir.” Allah akan menuliskan untuknya sejuta kebaikan, menghapus darinya sejuta keurukan, mengangkat untuknya sejuta derajat, dan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR At Tirmidzi, Ahmad, Ibnu majah, dan Al Hakim dari ibnu Umar. Dihasankan oleh Syaikh Al AlBani rahimahullah).

6. Mengucapkan alhamdulillah dan istirja’ ketika anak kita wafat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Apabila anak seorang hamba meninggal dunia, Allah berfirman kepada malaikatNya, “Kalian telah mencabut nyawa anak hambaku?” Mereka berkata, “Benar.” Allah berfirman, “kalian telah mencabut nyawa buah hatinya?” Mereka menjawab, “Benar.” Allah berfirman, “Apa yang diucapkan oleh hambaku?” Mereka berkata, “Ia memujimu dan mengucapkan istirja’ (innaa lilaahi wa innaa ilaihi rooji’uun).” Allah berfirman, “Bangunkan untuk hambaku di surga, dan namai ia rumah pujian.” (HR At Tirmidzi dari Abu musa Al Asy’ari dan dihasankan oleh Syaikh Al AlBani rahimahullah).

7. Akhlak yang mulia.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Aku menjamin dengan rumah di pinggir surga bagi orang yang meninggalkan pertengkaran walaupun ia dipihak yang benar. Aku  menjamin dengan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta walaupun untuk ketika bercanda. Aku menjamin dengan rumah di surga yang paling tinggi bagi orang yang baik akhlaknya.” (HR Abu dawud dari Abu Umamah dan dihasankan oleh Syaikh Al AlBani rahimahullah).

8. Iman, islam, hijrah dan jihad.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Aku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk islam dan berhijrah dengan sebuah rumah di pinggir surga, di tengah surga, dan surga yang paling tingggi. Aku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk islam dan berjihad dengan rumah di pinggir surga, di tengah surga dan di surga yang paling tinggi. Barangsiapa yang melakukan itu, ia tidak membiarkan satupun kebaikan, dan lari dari semua keburukan, ia meninggal, di mana saja Dia kehendaki untuk meninggal.” (HR An Nasai, ibnu Hibban dan Al Hakim. Dishahihkan oleh Syaikh Al AlBani rahimahullah).

Itu adalah amalan-amalan untuk membangun rumah di surga. Namun sebuah rumah butuh kamar-kamar dan kebun sehingga menjadi lebih sejuk dan nikmat dipandang mata. Adapun untuk membuat kamar-kamar yang istimewa, Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya di surga ada kamar-kamar yang luarnya tampak dari dalam, dan dalamnya tampak dari luar.” Abu Musa Al Asy’ari berkata, “Untuk siapa ia wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Untuk orang yang baik ucapannya, memberi makan dan shalat di waktu malam.” (HR Ath thabrani dan Al hakim, dishahihkan oleh Syaikh Al AlBani rahimahullah).

Adapun untuk menanam pohon di surga, ia adalah dzikir kepada Allah sebagaimana dalam hadits:

“Aku bertemu dengan Ibrahim di malam isra mi’raj. Ia berkata kepadaku, “Hai Muhammad, sampaikan salamku untuk umatmu dan kabarkan kepada mereka bahwa surga itu tanahnya baik, airnya tawar, dan kini tanahnya masih kosong, dan tanamannya adalah subhanallah, alhamdulillah, laa ilaaha illallahu, wallahu akbar.” (HR At Tirmidzi dan dihasankan oleh Syaikh Al AlBani rahimahullah).

Subhanallah! Rumah itu kini mempunyai kamar-kamar yang istimewa, dan kebun-kebun yang indah. Untuk inilah kita berlomba-lomba. Ya Rabb, beri kami kekuatan untuk senantiasa beramal shalih, dan istiqomah di jalanMu sampai akhir hayat kami. Aamiiin….

Sumber: http://www.cintasunnah.com

Tips Membangun Keluarga Generasi Qur’ani dari para pecinta Al Qur’an

Ustadz Budi Dharmawan, S.Psi

Bila kita bicara tentang membangun generasi, maka harusnya kita mengambil contoh dari generasi terbaik yang pernah ada: generasi sahabat Rasulullah SAW. Generasi sahabat itu seperti bintang-bintang yang terang, dan tidak saling meredupkan satu sama lain. Umar bin Khattab itu bersinar sangat terang, tapi terangnya tidak meredupkan sinarnya Abu Bakar. Begitu pun sahabat yang lainnya. Maka merekalah generasi terbaik, dan role model terbaik untuk membina generasi. Untuk membentuk generasi Qur’ani, tidak dimulai dari mencari seorang istri atau suami, tapi mencari ibu atau ayah. Bedanya mungkin tipis, tapi signifikan. Kalau mencari istri/suami, yang dikedepankan adalah idealita pribadi (apa yang disukai oleh dirinya). Tapi kalau mencari ayah/ibu, yang dikedepankan adalah idealita generasi; Anak-anak seperti apa yang ingin dibentuk, maka carilah ibu atau ayahnya yang bisa menyiapkan anak-anak seperti ini.


Ustadzah Dra. Aan Rohanah, Lc, M.Ag

Motivasi menjadikan anak-anak hafal Qur’an sebenarnya sangat banyak. Salah satunya adalah sebuah hadits “Yang terbaik di antaramu adalah yang mengajarkan Qur’an dan mempelajarinya”. Untuk membina generasi Qur’ani, harus bisa mengkondisikan lingkungan. Kalau orang tua sibuk, mungkin gak bisa mengkondisikan anak untuk tahfizh di rumah, jadi bisa dimasukkan ke pesantren tahfizh. Tapi orang tua harus tetap momotivasi. Kalau anak gak betah
di pesantren, kalau orang tua visinya beda, mungkin akan dibiarin aja anak itu keluar dari pesantrennya. Tapi kalau visi membangun generasi Qur’ani-nya udah sama, maka anak itu akan dipertahankan, akan dimotivasi terus. Jangan lupa berdo’a, kalau perlu shalat hajat untuk mendo’akan anak yang susah menghafal Qur’an.


Faris Jihady (hafizh, putra Ust Mutamimul Ula & Ustzh Wirianingsih)

Sebenarnya dulu menghafal Qur’an sejak kecil, karena disuruh orang tua. Ada perbedaan kalau kita menghafal sejak kecil dan setelah baligh. Kalau menghafal setelah baligh, keuntungannya itu punya motivasi sendiri, menghafal karena kemauan dan kesadaran sendiri, jadi bisa mengarahkan diri sendiri. Kalau sejak kecil, sangat tergantung arahan orang tua. Untuk membangun keluarga Qur’ani, yang harus dibangun di rumah adalah kebiasaan untuk mencintai Al-Qur’an. Selain itu, perlu memotivasi anak untuk menghafal, dengan memberikan contoh-contoh orang sukses yang hafal Qur’an. Hal ini agar dapat menunjukkan keuntungan hafal Qur’an yang lebih masuk ke logika anak, dibandingkan menunjukkan keuntungan yang abstrak seperti pahala.


Wirda Salamah Ulya (hafizhah, putri Ust Yusuf Mansur)

Wirda sekarang berusia 11 tahun dan sudah hafal Qur’an. Dulu, Wirda berpikir hanya mau menghafal 15 juz aja karena susah menghafal. Tapi pada usia 8 tahun Wirda bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW. Untuk yang penasaran dengan mimpinya Wirda bisa nonton video chatting dengan YM ini yaa.. Intinya, di akhir mimpinya Wirda, Rasulullah SAW bilang, kalau kamu sungguh-sungguh menghafal Qur’an maka akan Allah mudahkan.


Umar Al Faruq (hafizh, putera Ust Budi Dharmawan dan Ustzh Yoyoh Yusroh)

Semangat Qur’an dibawa ke Indonesia oleh ibunya Umar setelah berkunjung ke Gaza, Palestina. Di Gaza, saat perkenalan dengan ummahat di sana, semuanya menyebutkan nama, jumlah anak, dan pernyataan “saya hafizh Qur’an” atau “saya hafal Qur’an 30 juz”. Perdana menteri Palestina, Ismail Haniya pun hafal Qur’an 30 juz. Tentara Izzudin Al Qossam, setiap hari saat berjaga di perbatasan gak pernah lepas dari Qur’an. Setiap regu berjaga terdiri dari 10 orang, dan masing-masing membaca 3 juz per hari. Jadi setiap hari 30 juz Al-Qur’an dibacakan. Nggak ketinggalan anak-anak, setiap tahunnya ribuan anak-anak diwisuda hafal Qur’an. *Hh.. kalau inget Palestina dan Qur’an mah, saya selalu inget ini: “Kalau hafalan cuma 1-2 juz mah di Palestina cuma jadi tukang cuci piring” T_T


Nugraha (hafizh, alumni FE 2006)

Waktu kecil, ia dipaksa masuk pesantren oleh orang tuanya. Karena memang ada kewajiban menghafal Qur’an di pesantren, jadi saat akan lulus SMP ia sudah hafal 16 juz. Masuk SMA, pas kelas 1 ia sengaja ngebut menghafal Qur’annya karena kelas 2 dan 3 ingin fokus persiapan masuk PTN. Perlu diketahui, pas SMA itu dia masih di pesantren yang jumlah mata pelajarannya itu ada 25. Waktu untuk menghafal hanya ba’da maghrib sampai Isya. Karena dirasa nggak cukup, akhirnya Nugraha merelakan waktu mainnya dari ba’da Ashar sampai jam setengah lima untuk menghafal. Setiap ba’da Subuh setor hafalan ke gurunya. Akhirnya, dia bisa menyelesaikan hafalan Qur’annya dalam waktu 4 tahun (3 th SMP dan 1 th SMA). Menurut Nugraha, hafal Qur’an sangat menguntungkan.

Saat kuliah, menghafal pelajaran jadi lebih mudah karena terbiasa menghafal. Dan hafal Qur’an juga menjaga diri dari melakukan tindakan buruk. Masa hafal Qur’an, tapi kelakuan buruk. Jadi, hafal Qur’an jadi benteng juga. Untuk menghafal, sediakan waktu khusus, yang waktunya untuk tiap orang bisa beda-beda. Sesi tanya jawab 1. Apa yang harus dilakukan orang tua saat membesarkan anak usia 0-5th? 5 tahun pertama adalah golden age. 50% dari diri kita sekarang, dibentuk di 5 tahun pertama itu. Anak pada masa itu punya ingatan sangat kuat dan detail, dan seperti mesin fotokopi (mudah menirukan apa yang dilihat). Usia 0-5 tahun adalah masa optimalisasi panca indera. Misalnya, kalau anak nunjuk karpet terus nanya ini warnanya apa? Jangan cuma dijawab “hijau”, tapi tambahkan “hijau muda”, atau “hijau toska”, dsb. Kalau anak nunjuk kertas terus nanya, ini apa? Jangan hanya jawab “kertas” tapi jawab lebih detail seperti “kertas folio”, “kertas hvs”, dsb. Jadi pengetahuannya luas. Anak sangat curious dan otaknya sangat siap menerima banyak informasi. Tapi terkadang orang tuanya aja yang gak siap dan gak punya kapasitas untuk memformat otak anak. Jadi, bukan salah anak, tapi salah ortu yang (misalnya) gak sabar menjawab pertanyaan, gak ngasih informasi lengkap, dll. Nah, kalau tadi contoh indera penglihatan, indera lainnya pun harus dilatih. Misalnya indera perasa, gapapa lah anak ngerasain sambel dikit tapi abis itu dia tau rasanya pedas. Kemudian contoh lain untuk melatih indera peraba itu ada metode yang dikembangkan oleh Montessori. Jadi ada beberapa bahan dengan tekstur yang beda, misal amplas, terpal, jins, sutera, linen, dll. Potongan kain ini dipasang di sebuah display. Mata anak ditutup kemudian tangannya diarahkan utk meraba 1 tekstur. Kemudian disuruh mengambil pola yg serupa dr sebuah kotak. Jadi indera perabanya kuat. Nanti kalau udah besar, ditutup matanya juga bisa bedain uang 50 ribu dan 100 ribu Tapi bagaimana pun usia 0-5 tahun juga usia bermain. Kalau anak gembira, ia akan enjoy belajar. Jgn ngasih dia pelajaran di saat hatinya gak gembira.

2 Tips menghafal Qur’an
Tips menghafal dari Bu Aan:
– cari waktu paling efektif untuk menghafal (misal:setelah shalat tahajud atau sebelum tidur)
– setiap ayat yg mau dihafal harus dipahami isinya (baca arti atau tafsirnya dulu)
– diulang berkali-kali, sebelum hafal jangan pindah ke ayat lain
– tulis di buku kecil awal-awal ayat utk membantu (FYI sekarang udah ada Qur’an hafalan yang di pinggir tiap halaman ditulis awal ayatnya)
– rajin murajaah
– berdoa

Tips untuk mendidik anak dgn qur’an:
– dari hamil ibunya rajin menghafal qur’an
– rajin diperdengarkan qur’an (misal saat menyusui)
– sering memperdengarkan nama Allah pada anak

Seminar Masjid UI 11-08-2012

By. Ustadz Hilman Rosyad Syihab

Menjadi Hafidz Al-Qur’an, Mungkinkah??

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al Qomar: 17).

Bismillaahirrahmaanirrahiim, 
Di sini ada sebuah kisah perjuangan beberapa mahasiswa dalam menghafal Al-Qur’an di sela-sela waktu kuliahnya. Selamat membaca, semoga terinspirasi…

Di sebuah kota besar di Indonesia, yang kehidupan metropolitan masih dapat dirasakan, di satu sisi kadangkala ditemukan hal-hal yang sangat bersifat religius. Di sana Penulis sempat menemukan sekelompok pemuda yang sangat akrab dengan Al Qur’an, seakan-akan Al-Quran adalah bagian dari dirinya. Di saku baju atau di tas mereka akan selalu ditemui sebuah Al-Quran kecil. Mereka juga adalah pemuda yang sangat akrab dengan Masjid. Pada saat shubuh mereka hadir di masjid dan di waktu petang mereka telah ada kembali di masjid, di samping kehidupan mereka sebagai mahasiswa.

Yang sangat berkesan bagi penulis adalah bagaimana mereka mencuri waktu untuk dapat menghafal Al-Quran atau membaca Al-Quran. Ada di antaranya yang mencuri waktu di sela-sela waktu stop lampu merah (ampel/traffick light sedang merah) membuka Al- Quran di sakunya untuk sekedar melihat beberapa ayat Al-Quran, ketika sedang mengendarai motor. Ada juga yang mengambil waktu luang ketika mereka sedang berada di kendaraan umum untuk menghafal Al-Quran. Agar tidak diketahui ia sedang membaca Al-Quran oleh orang sekitarnya, Al-Quran tersebut dibungkus dengan sampul buku biasa. Seakan-akan orang mengira ia sedang membaca buku. Mereka lakukan untuk menjaga keikhlasannya. Ada juga yang membawa kaset murrotal Al-Quran mendengarkan di waktu luang/free, orang lain mengira ia sedang mendengarkan musik biasa. (Mungkin disaat sekarang dapat digunakan usb MP3 yang lebih praktis). Dan yang lebih menarik ada yang memfotokopi Al-Quran pada halaman tertentu, kemudian dibawa dan agar lebih praktis dengan mudah dihafal seperti note. Subhanallah…..

Adalah sesuatu yang sulit dibayangkan jika pada masa sekarang, di mana kehidupan semakin keras dirasakan, masih ada orang yang melakukan hal demikian, menghidupkan Al-Quran. Setidaknya hal tersebut memberikan inspirasi bagi kita untuk lebih akrab dengan Al-Quran. Mimpi orang-orang demikian untuk menjadi seorang hafidz Quran bukanlah omong kosong. Jika mereka adalah pemuda yang berumur 20 tahun, maka perlahan tapi istiqomah, ketika ia menjadi seorang ayah berumur 40 tahun, sangat mungkin baginya menjadi seorang penghafal Al-Quran. Ia akan mendidik anaknya menjadi seorang hafidz Quran juga. Andaikan mereka adalah seorang yang berumur 40 tahun maka perlahan tapi tetap istiqomah, di waktu ia menjadi seorang tua berumur 60 tahun, dirinya sudah siap menghadap Allah sebagai seorang hafidz Qur’an. Ia akan siap mendidik cucunya menjadi seorang Hafidz Quran.

Rasulullah bersabda bahwa pada hari akhir kelak, orang tua para penghafal Al Quran tersebut akan memperoleh penghargaan besar, yaitu akan mendapatkan sebuah mahkota cahaya.

”Barangsiapa yang membaca al-Qur’an dan mengamalkannya maka akan dipakaikan kepada kedua orang tuanya mahkota yang sinarnya lebih terang daripada sinar matahari di dunia pada hari kiamat nanti, kalaulah sekiranya ada bersama kalian, maka apa perkiraan kalian tentang orang yang mengamalkannya (al-Qur’an)?”(HR. Ahmad, Abu Daud, Al-Baihaqi, dan Al-Hakim)

Tentu kita juga tergiur untuk memberikan Hadiah bagi orang tua kita, sebuah hadiah berupa penghargaan dari Allah SWT. Terlebih jika orang tua kita telah pergi, untuk mengobati kerinduan kita kepadanya kelak di hari Akhir akan kita berikan berita bahagia bagi mereka bahwa anaknya adalah seorang hafidz Quran. Memang benar pendapat bahwa menghafal Al-Qur’an tidak mudah, tapi setidaknya ada yang bisa kita persembahkan kelak, sesuatu yang berat dan diperlukan kesabaran, sesuatu yang indah sebelum Menghadap kepadaNya dan mempersiapkan mahkota cahaya untuk Bapak dan Ibu kita,….Menjadi Penghafal Al Quran (Hafidz Qur’an).

“Ya Allah, tuntun diri kami ke jalan yang lurus sebagaimana jalan orang orang yang Engkau beri petunjuk“.

“Ya Allah, mudahkanlah lisan ku dan tanamkanlah hapalanku di lubuk hatiku yg paling dalam.” amiiin…

Aamiin…

Tips Menghafal Al-Qur’an

Al-Qur’an, sumber dari segala sumber hukum umat Islam. Panduan langsung dari Allah SWT untuk kita agar selamat di dunia dan di akhirat. Allah SWT menjanjikan pahala besar bagi yang membacanya, memahaminya, dan melaksanakannya. Adalah impian setiap muslim untuk bisa menghafalkan Al-Qur’an.

Secara umum, berikut adalah beberapa tips untuk dapat menghafal Al-Qur’an dari seorang hafiz juara lomba menghafal qur’an di tingkat nasional maupun internasional, Mudhawi Ma’arif (semoga Allah merahmati beliau):

Untuk memudahkan kita dalam menghafal, ada syarat-syarat yang harus kita pegang kuat-kuat, yaitu:

  1. Beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.
  2. Berniat mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menjadi hamba-hamba pilihan-Nya yang menjaga Al-Qur’an
  3. Istiqomah (teguh hati).
  4. Menguasai bacaan al-qur’an dengan benar, baik tajwid maupun makharij setiap huruf.
  5. Adanya seorang pembimbing dari ustad/ustadzah (al-hafidz/al-hafidzah).
  6. Minimal sudah pernah khatam Al-Qur’an 20 kali (dengan membaca setiap ayat 5 kali).
  7. Konsisten menggunakan satu jenis mushaf al-qur’an (al-qur’an pojok).
  8. Konsisten menggunakan pensil/bolpen/stabilo sebagai pembantu.
  9. Memahami ayat yang akan dihafal

Ada tiga tahap utama yang harus dilakukan seorang penghafal Al-Qur’an, yaitu:

1. Persiapan (isti’dad)

Kewajiban utama penghafal al-qur’an adalah harus menghafalkan setiap harinya minimal satu halaman dengan tepat dan benar dengan memilih waktu yang tepat untuk menghafal. Contohnya:

  • Sebelum tidur malam, lakukan persiapan terlebih dahulu dengan membaca dan menghafal satu halaman secara cepat (jangan langsung dihafal secara mendalam).                                                                                                                                  
  • Setelah bangun tidur hafalkan satu halaman tersebut dengan hafalan yang mendalam dengan tenang lagi konsentrasi.    
  • Ulangi terus hafalan tersebut (satu halaman) sampai benar-benar hafal diluar kepala.

2. Pengesahan (tashih/setor)

Setelah melakukan persiapan secara matang dengan selalu mengingat-ingat suatu halaman tertentu, berikutnya tashihkan (setorkan) hafalan kita kepada ustad/ustadzah. Setiap kesalahan yang telah ditunjukkan oleh ustad, lakukan hal-hal berikut:

  • Berikan tanda kesalahan dengan mencatatnya (dibawah atau diatas huruf yang lupa)
  • Ulangi setoran sampai dianggap benar oleh ustad.
  • Bersabarlah untuk tidak menambah materi dan hafalan baru kecuali materi dan hafalan lama benar-benar sudah dikuasai dan disahkan.                                                                                                                                                                            

3. Pengulangan (muroja’ah/penjagaan)

Setelah setor, jangan meninggalkan tempat (majelis) untuk pulang sebelum hafalan yang telah disetorkan diulangi lagi beberapa kali terlebih dahulu (sesuai dengan anjuran ustad/ustadzah) sampai ustad benar-benar mengijinkan kita untuk pulang.

Memang luar biasa perjuangan seorang penghafal Al-Qur’an. Wajarlah jika Allah menjanjikan pahala besar bagi siapapun yang sanggup menghafalkan Al-Qur’an. Semoga tips di atas bisa membantu kita untuk menghafalkan kitab suci kita tercinta. Wallahu’alam bisshawab..

 

Referensi:

  1. Mudhawi Ma’arif.
  2. Sebuah web yang enggan dicantumkan namanya.Gambar

 

Tips Mendidik Anak

Salah satu amal yang tidak pernah terputus pahalanya sekalipun kita telah meninggalkan dunia ini adalah “anak yang sholeh/sholehah”. Doa anak yang sholeh juga merupakan salah satu doa yang insya Allah dikabulkan oleh-Nya. Bagaimana cara untuk mendidik anak kita menjadi anak yang sholeh? Didiklah ia dengan cara yang islami, seperti beberapa tips berikut ini:

  1. Biasakan anak kita bangun pada waktu shubuh. Contoh: sejak usia dini, ajaklah ia sholat shubuh bersama atau berjamaah di mesjid.
  2. Berikan ia lingkungan pergaulan dan pendidikan yang islami. Contoh: sejak dini ikutkan anak kita dalam TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an), mengikuti kursus di mesjid, dsb.
  3. Berikan teladan, bukan hanya perintah yang egois. Contoh: jangan hanya menyuruh ia belajar mengaji atau sholat, namun kita sendiri tidak melakukannya.
  4. Ajak anak kita untuk mengunjungi mesijd secara rutin. Contoh: secara rutin, ajaklah anak kita untuk berjamaah di mesjid.
  5. Perkenalkan batasan aurat sejak dini. Contoh: jika sejak dini kita biasakan anak perempuan kita menggunakan jilbab, maka saat dewasa ia justru akan merasa tidak nyaman jika memperlihatkan auratnya.
  6. Biasakan anak kita untuk selalu membawa perlengkapan sholat, terutama untuk anak perempuan.
  7. Minimalkan anak kita dalam mendengar musik-musik non islami. Sebaliknya, maksimalkan anak kita untuk mendengar ayat-ayat Al-Qur’an atau nasyid.
  8. Buatlah jadwal menonton TV dan dampingi anak ketika menonton. Jauhkan anak dari tontonan yang tidak mengandung unsur pendidikan, seperti: sinetron, film horor, film cengeng, dan lain-lain.
  9. Ajarkan nilai-nilai Islam secara langsung. Sampaikan nilai-nilai Islam yang kita kuasai kepada anak kita. Akan lebih baik jika dalam bentuk cerita yang menarik.
  10. Jadilah sahabat setia baginya. Jadikan ia nyaman untuk menjadikan kita tempat curhat yang utama sehingga kita akan selalu mengetahui masalahnya.
  11. Ciptakan suasana hangat dan harmonis dalam keluarga. Jika keluarga tidak lagi terasa hangat baginya, anak akan mencari pelampiasan di tempat lain.
  12. Lakukan semua tips di atas dengan bijak, sabar dan konsisten. Jangan pernah menggunakan kekerasan dan hindari sikap emosional yang dapat membuatnya sakit hati.

Semoga tips-tips ini dapat membantu kita menjadi orang tua atau calon orang tua yang baik bagi anak kita dan mengajaknya bersama-sama masuk ke dalam surga-Nya yang kekal. Amin..

 

Referensi:

  1. “Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalannya, kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah (yang mengalir pahalanya), ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shaleh yang mendo’akan kebaikan baginya“. [HR. Muslim dalam Kitab Al-Washiyyah (4199)]
  2. http://auliyaa.blogdetik.com/2008/12/01/kiat-mendidik-anak-agar-sholeh-sholehah